Senin, 10 Maret 2014

Penyakit Tanaman Akibat Unsur Hara Seng , Mangan , Klor dan Natrium

Seng (Zn)

Dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa tanaman biasanya mengandung beberapa ratus ppm seng. Beberapa tanaman mengandung Iebih dan 1.000 ppm yang ditanam dalam tanah yang kandungan seng tinggi. Orok-orok yang ditanam di tanah yang kandungannya seng rendah, hanya mengandung seng 8 ppm. Seng diperlukan untuk metabolisme protein dan produksi klorofil.

a. Kekurangan seng

Ada berberapa penyebab kekurangan seng di antaranya sebagai berikut:

Tanah secara umum memang tidak mengandung seng. ,Tanah asam dan tanah berpasir mengandung seng rendah sekali. ,Tanah kelebihan kapur, pH menjadi tinggi, dan kelarutan seng berkurang. Pemupukan fosfat berlebihan selama bertahun-tahun dapat menyebabkan kekurangan seng.

1) Gejala kekurangan seng

Gejala kekurangan seng pada tanaman jeruk dan jagung, yaitu tulang daun tengah dan pembuluh dalam daun berwarna hijau, tetapi di antara pembuluh-pembuluh berwarna putih. Daun menjadi menguning (klorosis). Selain itu, pucuknya kecil dan ranting mati(dieback) serta daun kecil sempit dan meruncinq Produksi buah jeruk menjadi berkurang dan berukuran Iebih keciI dan biasanya.Warna kulit buah lebih muda, bentuk buah tidak normal, dan kandungan vitamin C berkurang.

2) Pengendalian kekurangan seng

Penyemprotan dengan 0,5 gram ZnSO4. H20 (36% Zn)/Iiter air. Pemberian pupuk kandang atau kompos dalam jumlah yang cukup.

b.Kelebihan seng

Terlalu banyak memupuk dengan seng sulfat di dalam tanah dapat mengakibatkan kelebihan seng. Pemupukan yang baik yaitu dengan penyemprotan seng sulfat, tetapi konsentrasinya tidak berlehihan.
1) Akibat kelebihan seng Daun seperti terbakar, pucuk ranting mati, daun rontok, dan pucuk akar menjadi rusak.
2) Pengendalian Kelebihan seng dapat diatasi dengan penambahan kapur atau superfosfat.
Mangan (Mn)
Kandungan mangan di dalam tubuh tanaman bervariasi, tergantung ketersediaan mangan dalam tanah. Mangan berfungsi dalam perkembangan klorofil dan dalam sistim enzim tanaman. Mangan mempunyal beberapa valensi sehingga mangan mungkin sebagai koenzim logam atau sebagai bagian molekul organik. Seperti besi, mangan relative tidak bergerak dalam tanaman. Antara mangan dan besi seperti ada bentuk persaingan kedua unsur tersebut. Gejala keracunan besi ada kesesuaian dengan gejala kekurangan mangan dan sebaliknya.

a. Kekurangan mangan

Pertama kali gejala yang terlihat pada daun yang Iebih muda. Gejala kelihatan klorosis antara tulang-tulang daun dan agaknya menyerupai klorosis
besi, tetapi tulang daun masih hijau. Kekurangan Mn tidak mempengaruhi besarnya daun, sedangkan kekurangan Zn dapat mengurangi besarnya daun.

1) Penyebab kekurangan mangan

Kekurangan mangan terjadi pada tanah basa. Jika pH Iebih dan 6,5, kelarutan mangan oksida berkurang sehingga sulit diserap akar tana man. Unsur hara mangan sudah habis tercuci atau memang tidak ada. Tanah yang kekurangan fosfat dan tanah berpasir banyak mengandung bahan organik.

2) Pengendalian kekurangan mangan

Penyemprotan dengan 1 g mangan sulfat (MnSO4 .2H20) yang dilarutkan dalam 1 liter air atau 2 g mangan sulfat dicampur denqan 1 g kapur hidroksida (C,i(OH)2) dalam 1 liter air.
Mangan sulfat dapat juga digunakan sebagai pupuk pada tanah organik atau tanah yang tercuci. Pemupukan mangan sulfat pada tanah alkalis biasariya tidak berhasil sebab kelarutan mangan dalam keadaan alkalis berkurang.
 
Umumnya pupuk kandang, kompos, dan pupuk organik mengandung cukup mangan untuk mencegah kekurangan Mn jika selalu digunakan secara teratur. Mangan dalam pupuk organik akan lama tersedia dalam tanah alkali daripada menggunakan mangan sulfat.
 
b. Kelebihan mangan

Ada beberapa gejala yang timbul akibat kelebihan mangan yaitu sebagai berikut:
Kelebihan Mn terjadi pada tanah yang sangat asam atau tanah yang terlalu banyak dipupuk dengan pupuk amonium sulfat. Jika terlalu banyak mangan, terjadi keracunan atau dapat menghalangi unsur hara yang lain. Tanaman jeruk yang kelebihan Mn daunnya kelihatan menguning, tetapi bagian tengah daun masih hijau. Kadang juga terjadi nekrosis (bercak-bercak mati) pada daun atau pada ranting atau batang. Pengendalian kelebihan Mn dengan cara tanah ditabur kapur atau magnesium. Tujuannya untuk mengurangi keasaman tanah.

KIor(CI)

Klor (CI) hampir terdapat di semua jenis tanah dalam bentuk klorida. Awalnya, klor dikira unsur yang hanya diperlukan binatang, tidak diperlukan tanaman. Sekarang sudah ada bukti-bukti bahwa klor dan natrium (Na) diperlukan untuk binatang dan tanaman. Kedua unsur hara tersebut diperlukan tanaman sebagai unsur hara mikro, sedangkan untuk binatang diperlukan sebagai unsur hara makro. Tanaman biasanya mengandung cukup klor dan natrium (sodium). Walaupun sedikit, jumLah Na dan CI dalam tanah cukup memenuhi keperluan tanaman. Klor diperlukan untuk pertumbuhan tanaman tomat dan beberapa tanaman Iainnya dan mungkin hanya diperlukan dalam jumlah yang sedikit.
Klor juga berasal dari udara yang jatuh bersama air hujan dan salju dan bermacam-macam pupuk yang mengndaung klorida. Peranan klor dalam nutrisi tanamari tidak begitu jelas. Namun, klor rnempunyai pengaruh menyerupai belerang membantu dalam absorbsi unsur-unsur penting Iainnya. Klor yang digunakan dalam jumlah besar bisa beracun.

Natrium atau sodium (Na)

Natrium belum begitu banyak diketahui pentingnya terhadap tanaman. Bahkan, Na sering kali dianggap racun tanaman. Sodium dengan konsentrasi terlalu tinggi akan meracuni tanaman. Namun,jika jumlahnya sedikit, Na mempunyai efek yang menguntungkan terhadap tanaman. Reaksi terhadap penggunaan sodium kiorida (garam dapur) akan lebih baik jika drainase baik dan pada musim hujan. Tanaman kelapa sangat tahan terhadap Na dengan derajat salinitas (kadar garam) sampai 0,6%. Padahal, kandungan tersebut dapat mematikan tanaman yang lainnya. Sodium pun sedikit banyak dapat mengganti kalium jika kekurangan kalium.

Minggu, 09 Maret 2014

Penyakit Tanaman Akibat unsur Hara Besi Dan Tembaga



Besi (Fe)
Kandungan besi pada buah dan sayuran bias kurang dari 4 ppm atau bahkan lebih dari 16 ppm. Jumlah ini kira-kira sama dengan B, Mn, dan kandungan Zn dalam tanaman. Banyak tanaman mengandung lebih banyak besi dari pada unsur-unsur mikro yang lain. Namun, hal tersebut tidak cukup untuk menganggap besi sebagai unsur makro.

a. Kekurangan besi

Besi banyak terdapat dalam batuan karang dan tanah. Unsur hara in juga merupakan salah satu penyebab penyakit fisiologis yang diderita tanaman. Besi telah dikenal sebagai unsur yang penting untuk kesehatan tanaman sejak tahun 1845. Besi mempunyai vatensi 2 dan 3. Besi yang mempunyai valensi 3 dalam persenyawaan sangat sulit untuk larut sehingga tanaman kekurangan unsur besiTanah merah di daerah tropis kostituennya banyak besi bervalensi 3 yang sukar larut.
Kekurangan besi juga bisa disebabkan oleh kelebihan Mn dan kemungkinan kelebihan Cu. Mangan dan tembaga dapat mengubah besi ferro bervalensi 2 menjadi besi fern bervalensi 3 yang tidak bisa larut (mengendap).

1) Gejala kekurangan besi

Willstactter menyatakan bahwa klorofit tidak mengandung besi. Namun, diduga bahwa besi diperlukan dalam pembentukan enzim untuk fotosintesis dan berfungsi sebagal enzim dan sistim pernapasan. Jika kekurangan besi, daun yang baru saja terbentuk akan menjadi kecil dan berwarna hijau pucat atau kuning. Gejala tensebut merupakan kekurangan kiorofil yang disebut klorosis (chiorosis).
Daun yang lebih muda mudah terpengaruh daripada daun-daun yang lebih tua sebab besi relatif tidak bergerak dalam tubuh tanaman. Serinq kali urat daun tetap hijau sedanqkan daerah antara urat daun menjadi kuning. Hal ini disebabkan klorosis besi. Setiap tanaman berbeda beda dalam hal mudah terpengaruh karena klorosis besi. Daun tanaman kedelai menjadi kuning jika ditanam di daerah kapur sebab kelarutan besi di daerah tersebut akan berkurang, sedangkan jagung tidak mengalami kiorosis.

2) Pengendalian kekurangan besi

Untuk pengobatan kekurangan besi selama bertahun-tahun, dipergunakan ferro sulfat. Garam larut dalam air dan dapat disemprotkan pada tanaman atau diberikan ke dalam tanah. Penggunaan ferro sulfat pada tanah karang umumnya tidak efektif sebab besi yang ditambahkan akan bereaksi dan membentuk ferro hidroksida atau persenyawaan Iainriya yang tidak dapat larut. Baik Fe (OH)2 maupun Fe(OH)3 kelarutannya rendah dan mengendap pada pH tinggi. Penyemprotan daun dengan ferro sulfat sangat efektif jika besi yang diperlukan tidak terlalu tinggi. Larutan 1% ferro sulfat (FeSO4.7H20) baik untuk menyemprot daun-daun tanaman yang kekurangan besi. Penyemprotan dapat diulang 7—10 hari.
Pengapuran yang berlebihan akan mengakibatkan pengendapan besi yang tersedia untuk tanaman sehingga tanaman kekurangan besl, Jika pH naik, ion OH akan berlebihan dan mengendapkan besi yang mengakibatkan tanaman kekurangan besi karena tidak tersedia besi yang larut untuk diabsorbsi. Klorosis ini disebabkan oleh kelebihan kapur (lime’ induced chlorosis).

b. Kelebihan besi
Daun jeruk jika disemprot dengan ferro sulfat berlebihan akan terjadi bercak nekrosis kecil-kecil pada daun dan akhirnya daun jeruk rontok. jika derajat kemasaman terlalu tinggi, pH 4, banyak besi yang terlarut terjadi kelebihan besi. Akibatnya adalah warna akar menjadi Jelek. Coklat  dan kasar.
Tembaga (Cu)

Tembaga penting sebagai suatu koenzim yang dlperlukan dalam pengaktifan beberapa enzim tanaman. Tembaga juga terlibat dalam pembentukan klorofil. Pengambilan tembaga merupakan kebalikan dari pengambilan besi. Terlalu sedikit tembaga menyebabkan besi tertimbun dalam tanaman, sedangkan terlalu banyak tembaga menyebabkan gejala klorosis yang menyerupai kekurangan besi. Umumnya gejala timbul pada tunas yang baru sebab tembaga relatif tidak bergerak dalam tubuh tanaman.
a. Kekurangan tembaga
Kekurangan tembaga mungkin disebabkan oleh adanya pencucian, tanah asam, tanah yang banyak mengandung bahan organik, tanah gambut, terlalu banyak pemupukan fosfat dan nitrogen, dan tanah yang masih perawan. Kekurangan Cu sening diikuti dengan kekurangan Zn.
1) Gejala kekurangan tembaga
Warna daun jeruk menjadi hijau tua, tepi daun tidak teratur, tulang daun tengah membengkok, dan daun kasar. Pada tunas muda, terlihat ada getah pada jaringan kayu atau antara kulit dan kayu. Ujung tunas mati serta ada getah berwarna kemerahan sampai kecokelatan atau kehitaman dan tunas berbentuk huruf S.
Pengaruh kekurangan tembaga lebih banyak pada buah jeruk daripada daun dan rantingnya. Kulit buah akan timbul getah yang berwarna kecokelatan, kemerahan, atau kehitaman. Selain itu, kulit buah terlihat seperti kudis dan retak yang tidak teratur pada permukaannya.
2) Pengendalian kekurangan tembaga (Cu) Penyempnotan dengan fungisida yang mengandung tembaga,
misalnya bubur Bordeaux, C.O.C., dan Cobox.
b. Kelebihan tambaga
Akibat kelebihan Cu adalah tanaman menjadi kerdil sebab perkembangan akar tidak normal. Penyebab kelebihan Cu mungkin sering disemprot dengan fungisida yang mengandung Cu, misalnya Bubur Bordeaux. Ciri lainnya yaitu daun berguguran dan akhimya mati. Penyempnotan dengan fungisida tembaga yang kemudian diikuti dengan fumigasi HCN dalam waktu dekat akan menyebabkan kerusakan daun dan rontok.

Budidaya Tanaman Yang sering Dibaca Pengunjung